The Art behind the Science of Aesthetic
Oct
2015

MIRACLE Membangun Rumah bersama Habitat for Humanity (Women Build Week 2015)

Women Build Week 2015
SURABAYA – Kemarau panjang bukanlah berarti kemarau harapan. Setidaknya hal ini dirasakan oleh 10 keluarga berpenghasilan rendah di Tegalsari, Surabaya yang selama ini terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni. Aksi kepedulian National Women Build Week 2015 Habitat for Humanity Indonesia pada hari Sabtu, 17 Oktober 2015 akan membangun 10 rumah layak huni dan sehat bagi keluarga-keluarga tersebut.

Bekerja sama dengan MIRACLE Aesthetic Clinic, National Women Build Week 2015 didukung oleh puluhan perempuan relawan yang akan bekerja bersama warga dan terlibat langsung membangun rumah: merangkai besi kolom, mengaduk semen, membuat dinding, hingga pengecatan. Selain aktivitas konstruksi pembangunan rumah layak huni, aksi kepedulian ini juga mengadakan pengobatan gratis untuk warga serta kegiatan edukasi bagi anak-anak.

dr. Lanny Juniarti, Presiden Direktur MIRACLE Aesthetic Clinic Group menyatakan, pihaknya sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan ini. Menurut dia, dukungan ini merupakan wujud komitmen MIRACLE Aesthetic Clinic untuk peduli pada keluarga berpenghasilan rendah untuk bisa memiliki rumah dan lingkungan layak huni. “Rumah layak huni merupakan dasar yang kuat supaya mereka dapat tumbuh dan berkembang untuk meningkatkan kehidupan, serta memberi mereka masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ia menjelaskan pula, “Di daerah-daerah kumuh, sanitasi yang tidak memadai, praktik kebersihan yang buruk, serta air yang terkontaminasi dapat menciptakan kondisi yang tidak sehat dan menimbulkan penyakit-penyakit. Selain itu, keluarga miskin yang kurang mendapatkan pendidikan, cenderung melakukan praktik kebersihan yang buruk, yang berkontribusi terhadap penyebaran penyakit dan peningkatan resiko kematian. Sebagai klinik kecantikan yang bergerak dalam bidang kesehatan kulit, MIRACLE sangat peduli terhadap higienitas dan sanitasi.”

Menurut dr. Lanny Juniarti, kepedulian ini sudah berjalan sejak diadakannya MIRACLE Hygiene & Sterilization Program pada tahun 2007 dan berlangsung hingga saat ini. Selain kegiatan membangun rumah, MIRACLE juga mendukung dalam aktivitas non build yaitu Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat kepada warga sekitar, yang disampaikan oleh beberapa dokter dari MIRACLE.

Mengenai gerakan sosial kemanusiaan ini, Duta Women Build Indonesia Helena Abidin mengapresiasi tinggi atas kepedulian perempuan relawan untuk berbagi kasih bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan. “Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam program. Tidak terbatas pada perempuan, kaum pria pun boleh terlibat,” katanya.

Menurut Helena Abidin, ada banyak bentuk dukungan yang bisa diberikan bagi program ini. Selain dalam bentuk uang, penyelenggaraan penggalangan dana dan penyediaan material bangunan, bantuan juga dapat berwujud advokasi untuk mengajak lebih banyak orang peduli tentang kondisi perumahan masyarakat miskin, serta mengajak individu maupun perusahaan agar mendukung program ini serta memobilisasi sukarelawan yang berasal dari keluarga dan teman-teman. “Siapa saja, mulai dari ibu-ibu arisan hingga karyawan perusahaan yang dikoordinasi divisi CSR-nya bisa terlibat dan mendukung Women Build, “ Helena Abidin menjelaskan.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia James Tumbuan menjelaskan, oleh karena penghasilan yang rendah, banyak keluarga tinggal di rumah yang tidak layak. Hal ini berdampak buruk bagi pendidikan anak, kesehatan serta produktivitas kerja. Ia mengatakan pula, rumah layak huni memberikan ketenangan dan kesejahteraan rohani dan jasmani bagi keluarga yang mendiaminya. “Perempuan berperan penting dalam membangun kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga. Dengan adanya rumah yang lebih layak huni, keluarga akan lebih sejahtera dan pada akhirnya seluruh masyarakat akan memperoleh manfaat,” katanya.

Gerakan Women Build Habitat for Humanity Indonesia berfokus pada perempuan rentan yang berpenghasilan sangat rendah. Gerakan perempuan ini dibentuk pada tahun 2012 dengan tujuan memberdayakan perempuan dari situasi yang kurang menguntungkan dengan memberi mereka akses pada rumah layak huni yang dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi cuci.


Tentang Penulis:

Jennie Linando
Corporate Marketing Communications Supervisor
Facebook Twitter LinkedIn Instagram Website