The Art behind the Science of Aesthetic
Jan
2018

Aesthetic Outlook 2018 "Reshape, Relift, Contouring"

Aesthetic Outlook 2018

         Tren perkembangan industri estetika setiap tahun selalu berubah. Ini dikarenakan selalu ada pengaruh dari suatu keadaan tertentu sehingga masyarakat mempunyai tuntutan (demand) yang akhirnya menjadi sebuah tren. Lalu bagaimana perkembangan industri estetika Indonesia tahun 2018? Tren apa yang akan muncul?

Industri Estetika Indonesia Tahun 2018

         Sebuah acara yang digelar atas kerja sama Miracle Aesthetic Clinic dengan MarkPlus.Inc bertajuk “Aesthetic Outlook 2018 – Reshape, Relift, Contouring”, membahas tentang bagaimana perkembangan industri estetika di Indonesia dan tren apa yang akan muncul tahun 2018 dalam dunia estetika. Untuk perkembangan industri estetika di Indonesia, Jacky Mussry, Deputy CEO MarkPlus.Inc menjelaskan, “Pada tahun 2017, pendapatan masyarakat Indonesia secara umum mengalami peningkatan. Sayangnya, momen ini tidak diikuti oleh pertumbuhan pengeluaran masyarakat yang berimbas pada turunnya industri ritel saat ini. Jika melihat konsumen lebih jauh, sebenarnya terdapat perubahan perilaku konsumen. Konsumen saat ini lebih mementingkan produk yang dapat menunjang lifestyle mereka. Inilah salah satu hal yang menyebabkan terjadinya kenaikan double digit di industri kecantikan di tengah melemahnya industri ritel.”

     Konsumen Industri kecantikan yang sedang naik daun sendiri didominasi oleh konsumen yang mencari pengakuan sosial dan pribadi. Maka dari itu, pemain di industri kecantikan hendaknya mengubah pemikiran mereka dari beauty menjadi beYOUty, di mana penekanan pendekatan di industri kecantikan adalah pada sisi konsumen tidak hanya pada hasil dan produk, sehingga sebuah brand perlu meningkatkan trust juga brand awareness terhadap konsumen.

        Jacky Mussry juga menambahkan, “Pada tahun 2018, pemain di industri kecantikan haruslah melakukan dua hal, yaitu meningkatkan attraction dan curiosity di masyarakat dengan dua pendekatan yakni human spirit dan digitalization. Dua hal tersebut dilakukan karena konsumen pada industri kecantikan akan mudah terpicu untuk memakai produk yang membuat mereka tertarik dan menimbulkan rasa ingin tahu. Sementara pendekatan human spirit dilakukan untuk memberikan fokus kepada manusianya. Sementara itu, di era yang tanpa batas ini, tentunya digitalization haruslah menjadi salah satu pendekatan pemain industri kecantikan untuk memenangkan pasar”.

       Sedangkan untuk tren industri estetika, pada 2 tahun yang lalu banyak dihiasi oleh bentuk wajah V-shape yang menjadi tren karena foto selfie dan eksis di media sosial yang membuat masyarakat selalu ingin tampil sempurna di depan kamera. Namun, seiring perkembangan lifestyle masyarakat dan teknologi dari berbagai platform media sosial, orang-orang ingin lebih dari sekadar V-shape maupun selfie.

       Faktor keadaan yang sedang terjadi saat ini adalah digitalization ataupun internet yang sangat berpengaruh dalam setiap aspek kehidupan. Salah satunya adalah penggunaan media sosial oleh masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Lalu apa hubungan media sosial dan tren dalam industri estetika? Lifestyle masyarakat sekarang lebih suka membelanjakan uangnya untuk merasakan berbagai pengalaman (experience) baru daripada membeli berbagai macam barang. Gaya hidup seperti berlibur (traveling), mengunjungi restoran terbaru, ataupun pergi menonton konser menjadi tren masa kini. Agar bisa terus eksis, mereka memamerkan pengalaman-pengalamannya tersebut lewat media sosial.

      Media sosial saat ini tidak hanya sebatas foto saja, fitur live video seperti Instagram Live menjadi tren yang sekarang ini banyak digunakan dan digandrungi oleh banyak orang. Live video berbeda dengan sekadar foto yang bisa di-edit untuk membuat wajah jadi terlihat lebih cantik / ideal dengan berbagai macam aplikasi yang tersedia di smartphone. Fitur live video tidak menyediakan opsi editing karena proses pengambilan videonya bisa dari berbagai sudut secara realtime, dan bisa ditonton secara langsung oleh para pengguna media sosial. Selain itu ada juga faktor distorsi fotografi yaitu ketidak-akuratan lensa kamera untuk menangkap objek, membuat hasil foto terlihat berbeda dengan aslinya. Sehingga, terkadang wajah seseorang akan terlihat lebih chubby atau terlihat kurang ideal. Untuk bisa terus berbagai momen maupun pengalaman lewat media sosial dengan mempunyai tampilan wajah sempurna saat live video yang diambil dari berbagai angle, membuat orang-orang lebih peduli dengan kontur wajah mereka secara keseluruhan.

Reshape, Relift, Contouring

       “Bukan sekedar V-shape yang kini diinginkan oleh masyarakat, tetapi lebih kepada bagaimana agar tampilan dan kontur wajah seseorang menjadi lebih ideal secara keseluruhan. Untuk itu Miracle mengusung tema Reshape, Relift dan Contouring pada tahun 2018 ini. Reshape yaitu prosedur membentuk kembali struktur wajah sehingga menjadi lebih ideal, terutama wajah bagian bawah agar terlihat lebih V-shape. Untuk Relift adalah mengencangkan/mengangkat kembali kulit kendur terutama di wajah bagian bawah yang tampilan garis rahangnya tidak sempurna. Sedangkan Contouring merupakan langkah pembentukan wajah untuk mengembalikan bentuk ideal dan proporsional antara setiap segmen agar terlihat sempurna secara 3 dimensi,” ujar dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, Founder dan President Director MIRACLE Aesthetic Clinic Group.


Reshape, Relift, Contouring

       “Prosedur perawatan invasif minimal juga menjadi tren industri estetika yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini. Tren ini terus mengalami kenaikan karena setelah melakukan prosedur tersebut, masa pemulihannya lebih cepat dan hanya menimbulkan rasa sakit yang minim. Miracle Aesthetic Clinic sebagai leading brand dalam industri kecantikan Indonesia dalam hal ini juga terus menyajikan perawatan unggulan dengan prosedur invasif minimal guna membantu orang-orang mendapatkan tampilan dan kontur wajah ideal yang dilihat dari berbagai angle. Perawatan tersebut seperti Miracle Radiesse Filler, Miracle Aptos Excellence Total Lift yaitu perawatan dengan tanam benang terbaru dari Miracle, juga Miracle Botox Cosmetic yang pasti aman dan hasilnya efektif”, tambah Dr. Lanny.

         Disamping itu, industri estetika sekarang ini mempunyai berbagai konsumen dari lintas generasi. Yang pertama adalah baby boomer yang lahir pada rentang tahun 1946 – 1960, kedua generation X lahir pada tahun 1961 – 1980, ketiga generation Y lahir 1981 – 1995, dan generation Z yang lahir diatas tahun 1995. Kesadaran akan kesehatan kulit dan keinginan untuk memiliki kontur wajah ideal, sehingga dapat meningkatkan self-esteem dan social acceptance di masyarakat, membuat orang-orang dalam berbagai generasi tersebut melakukan prosedur perawatan kecantikan. Sekarang tidak hanya wanita yang berumur 30 tahun ke-atas saja yang melakukan berbagai perawatan kecantikan. Statistik tahun 2016 dari American Society of Plastic Surgeons melaporkan bahwa prosedur perawatan kecantikan invasif minimal dilakukan sebanyak 229.551 pada umur 13-19 Tahun dan 828.997 pada umur 20-29 tahun. Hal ini menunjukan bahwa segmen umur konsumen dari industri estetika sangatlah luas.

        Lalu dari berbagai generasi tersebut, ada 4 tipe orang yang memerlukan perawatan kecantikan. Positive Ageing adalah tipe yang pertama, merupakan tipe orang yang ingin mengatasi masalah penuaan, membuat tampilan wajah lebih muda dengan menghilangkan kerutan atau mengencangkan kulit. Tipe yang kedua adalah Transformation, yakni tipe orang yang ingin merubah wajahnya, misalnya yang terlihat chubby menjadi lebih tirus dan lebih ideal. Sedangkan tipe yang ketiga adalah Beautyfication, yang mana orang tersebut sebenarnya sudah terlihat cantik tapi memerlukan perawatan untuk menjadi lebih cantik dan menjaga kecantikannya, misalnya dengan melakukan facial agar kesehatan kulitnya tetap terjaga. Dan yang terakhir yaitu tipe Correction yang memerlukan cukup banyak prosedur perawatan kecantikan agar kontur wajahnya menjadi lebih ideal. Dengan tema Reshape, Relift, Contouring, Miracle Aesthetic Clinic akan mengatasi berbagai problem dari tipe-tipe tersebut sehingga dapat memiliki tampilan dan kontur wajah ideal ketika dilihat dari berbagai sisi.



Tentang Penulis:

Pinto Zakiri Handoko
Marketing Communication